Header Ads Widget

TERJEMAHAN KITAB TAISIRUL KHOLAQ Bab 1-6

                                                       TERJEMAHAN TAISIRUL KHOLAQ    
                                                                PENGANTAR ABU MUDI


Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara semesta Alam. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan para sahabatnya.
Alhamdulillah, saya telah membaca sekilas hasil karya anak kami ini, Terjemahan Kitab Taisir al-Akhlaq sebagai suatu karya amal jariyah dalam membedah ilmu tasauf. Secara sekilas saya simpulkan bahwa buku ini adalah alihbahasa untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat luas dalam memahami dan mengamalkan konsep akhlaq al-karimah.
    Saya beryukur sekali atas upaya dan karya anak kami dalam menyusun dan menerbitkan buku terjemahan ini dengan bahasa yang baik, lugas, enak dibaca serta mudah dipahami oleh seluruh khalayak masyarakat. Apalagi konsep tasauf yang jarang diaplikasikan oleh masyarakat  terkendala oleh rumitnya memahami teks asli dari literatur ulama terdahulu. Insyallah dengan dengan ada karya ini bisa memberikan kemudahan bagi pembacanya.
     Oleh karena itu saya menyambut baik dan ikut mendorong penerbitan buku terjemahan tersebut serta berharap semoga bermanfaat  sebagaimana buku aslinya dan Allah menjadikan amal ibadah yang hanya didasari oleh semangat untuk mencari keridhaan-Nya. Amien..


Samalanga,    September 2011






بسم الله الرحمن الرحيم   

MUKADDIMAH
      
    Segala puji bagi Allah Yang Maha Mulia Lagi Maha Pecipta Dan rahmat dan sejahtera kepada Penghulu kita Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia dan Rahmat dan sejahtera juga buat keluarga dan sahabatnya selama mengalirnya pena dalam meringkas dan menjelaskan di lembaran-lembaran kertas.
     Adapun kemudian :Maka ini adalah ringkasan pada Ilmu Akhlaq Diniyah yang saya buat untuk para Pelajar Tahun Pertama Al-Azhar dan saya namakan TAISIRUL KHALAQ FIL ‘ILMI AKHLAQ,maka saya ucapkan : “Dan dengan Allah itu pemeliharaan dan dengan kekuasaanNya Penyempurnaan nikmat.
      Ilmu Akhlaq adalah pegertian dari kaedah-kaedah (aturan-aturan) memperbaiki hati dan semua anggota.
  Subjeknya membicarakan budi pekerti dari segi berhias dengan kebaikan-kebaikan dan mengosongkan keburukan-keburukan.
Tujuannya baik hati dan selurauh panca indra di Dunia dan Kemenangan dengan tinggi kedudukan di Akhirat.


Pengarang





TAQWA

    Taqwa: Menuruti segala perintah Allah yang Maha Tinggi dan Maha Besar serta menjauhi larangaNya  secara  tersembunyi dan  terang-terangan,maka tidak sempurna Taqwa kecuali dengan mengosongkan semua keburukan dan menghiasi kebaikan-kebaikan.Taqwa ialah suatu jalan seseorang yang menempuhnya akan terpetunjuk dan tali yang kuat siapa saja yang memegangnya akan selamat.
Sebab-sebab Taqwa sangat banyak
     Diantaranya : manusia memperhatikan bahwa dia hamba yang hina Dan Tuhannya  Maha Kuat dan Perkasa tentu tidak layak bagi hina mendurhakai Yang maha Perkasa karena ubun-ubunnya dalam kekuaasanNya (Nasiyah : Ubun-ubun,pada dasarnya di pakai untuk bagian depan kepala atau rambut depan dan yang dimaksud disini sosok sempurna) penyebab ketaqwaan selanjutnya mengingat mati,seseorang yang menyadari bahwa dia akan mati tiada di hadapannya selain Surga dan Neraka niscaya tergeraklah dirinya melakukan amal-amal baik semampunya,diantara perbuatan baik adalah menolong sesama Muslim,memandang mereka dengan pandangan lemah lembut, dan kasih sayang  lebih-lebih lagi bila mereka lebih duluan berbuat baik.
     Buah  Taqwa: bahagia di dua Negeri
Adapun di Dunia terangkat derajat,harum nama dan sebutan dan memperoleh kasih sayang  dari manusia, karena orang Taqwa dibesarkan oleh orang-orang kecil dan disegani orang-orang besar,orang berakal melihat orang taqwa lebih cocok dengan kebaikan dan berbuat baik.
    Dan  di Akhirat orang Taqwa,selamat dari Neraka,kemenangan,dengan masuk surga,mencukupilah kemuliaan atas orang bertaqwa sesuai Firman Allah
اان الله مع الذين اتقوا والذين هم محسنون
“Sesungguhnya Allah berserta orang-orang bertaqwa dan berbuat baik”.


ADAB GURU



    Guru adalah penuntun murid untuk menyempurnakan ilmu dan makrifat.Syarat  menjadi guru memiliki sikap terpuji sebab ruh murid masih lemah dibandingkan gurunya,apabila guru bersifat sempurna,murid akan menyesuaikan diri dengan gurunya.Maka seorang guru mestinya bertaqwa,tawaddu(merendahkan diri),lemah lembut,agar murid simpatik padanya,maka akan bermanfaat untuk murid tersebut,seorang guru juga harus bijaksana,sopan santun supaya murid mengikutinya ,disamping itu harus ada rasa kasih sayang pada murid agar menyukai apa yang diajarkan,dan gurupun selalu menasehati dan mendidik kesopanan serta memperbaiki adab muridnya dan tidak membebankan mereka suatu pemahaman yang  tidak mampu mereka pikirkan.



ADAB MURID

  Untuk murid ada beberapa adab yaitu adab pada dirinya bersama Ustadz dan saudaranya.
  Adapun adab untuk dirinya sangat banyak,sebagianya adalah tidak ‘ujub(heran pada kemampuan diri sendiri),tawaddu’,jujur agar murid dicintai dan dipercaya,sopan saat berjalan,menundukkan pandangan dari melihat yang haram-haram,terpercaya(tidak membelot) dari ilmu yang diberikan kepadanya,maka dia tidak sembarangan menjawab apa yang tidak diketahuinya.
Adapun adab bersama Ustadznya adalah meyakini kelebihan Ustadznya lebih besar dari kedua orang tuanya karena ustadz mendidik ruhnya,dan merendahkan diri dihadapan Ustadznya,dan duduk disaat belajar penuh sopan santun serta mendengar baik-baik apa yang dikatakan Ustadnya,meninggalkan senda gurau dan tidak memuji orang lain di hadapan Ustadnya daripada Ulama-Ulama karena dikwatirkan Ustadnya memahami itu sebagai celaan dan tidak malu bertanya  hal yang tidak diketahuinya.
   Sedangkan adab bersama saudaranya adalah memuliakan mereka,tidak meremehkan dan tidak sombong terhadap mereka,tidak mengolok-ngolok kelambatan pemahaman diantara mereka dan tidak merasa senang bila Ustad menegur yang kurang perhatian,sebab itu akan menimbulkan kemarahan dan permusuhan.


HA-HAK DUA ORANG TUA

   Dua orang tua penyebab adanya insan,kalau bukan susah payah keduanya,tidak merasa senanglah insan dan kalau bukan kesukaran keduanya insan tidak mengecap kenikmatan.
  Adapun ibu telah mengandung dan melahirkan dalam kondisi susah payah,sedangkan bapak mencurahkan kemampuannya pada sesuatu yang kembali manfaatnya kepada insan untuk pemeliharaan tubuh dan ruhnya.
  Wajiblah insan mengingat kebaikan dan menuruti perintah keduanya,kecuali perintah itu maksiat dan duduk berserta ibu bapak penuh hormat,memejamkan pandangan dari ketergeliciran  dan tidak menyakiti keduanya  walau itu dengan ucapan “AH!” tidak memperpanjang perdebatan dan tidak berjalan di hadapan keduanya kecuali waktu melayani,dan berdoa terhadap kedua orang tua  mendapat rahmat dan keampunan dan menganjurkan keduanya  melakukan kebaikan danmencegah kemungkaran karena insan sebab  keselamtan keduanya  sebagaimana keduanya sebab adanya insan , كلا
وقضى ربك الا تعبدوا الا اياه وبالوالدين احسانا امايبلغن عندك الكبر احددهما او هما فلا تقل لهماا ف ولاتنهر هما وقل لهما قولا 
كريماواخفض الذل من الرحمه وقل رب ارحمهما كما ربياني صغيرا
 Allah telah berfirman : Tuhan kamu memerintah bahwa jangan kamu sembah kecuali Dia dan berbuat baik kepada kedua orang tua jika salah satu dari keduanya sudah tua janganlah kamu mengucapkan  kepada keduanya “ah” ,jangan kamu membentak mereka  dan ucaplah perkataan mulia terhadap keduanya,rendahkanlah dirimu terhadap mereka penuh kasih sayang dan ucapkanlah “Wahai Tuhanku sayangilah kedua orangtuaku seperti mereka telah mendidikkuku semenjak kecil.
    Spesial untuk Ibu,perbuatan baik(kebaktian) harus ditambah karena sabda Nabi SAW
                
Berbuat baik pada ibu diatas anak dua kali lipat!.


HAK SAUDARA

  Saudara: mereka yang memiliki hubungan kasih sayang (kerabat) ,Allah memerintah menyambung persaudaraan dan mencegah memutuskannya.
  Sabda Nabi SAW : Allah Ta’ala berfirman
 انا الرحمن وهذه الرحم اشتققت لها اسما من اسمى فمنن وصلها وصلته ومن قطعها بتته
“Aku Yang Maha Pengasih ,kasih sayang kuambil dari nama daripada namaku ,seseorang yang menyambungnya,aku menyambungnya,siapa yang memutuskan,aku putuskan!”


  Seyogianya manusia menjaga dan memelihara persaudaraan,tidak menyakiti mereka dengan perbuatan dan perkataan,merendahkan diri dan menahan ganguan walau dalam waktu lama dan bertanya jika mereka tidak ada,membantu mendapat tujuan mereka bila mampu,mencegah dari bahaya jika mungkin,kalau  mereka tidak memerlukan hal-hal diatas,dengan cara menyempurnakannya dengan membeduk(berkunjung) ke rumah mereka.



HAK TETANGGA

   Tetangga: orang-orang yang berdekatan rumahnya dengan rumahmu sekitar 40 rumah dari semua penjuru.
  Hak-hak tetangga: memulai memberi salam,kamu berbuat baik padanya,seimbanghkan melakukan kebaikan,apabila dia mengawalinya(balaslah kebaikannya),kamu tunaikan(bayarlah) hak-hak hartanya bila sangkut paut dengan itu dan kamu kunjungi dia bila sakit,kamu merasa puas jikalau tetangga senang,kamu berduka cita bila dia tertimpa musibah,janganlah kamu arahkan pandangan kamu kepada wanitanya sekalipun itu pembatunya,kamu tutup aurat tetanggamu dan kamu hindari sesuatu yang dibenci saudaramu semampumu dan kamu bertemunya dengan wajah manis dan memuliakan.
  Telah bersabda Nabi SAW
من كان يئومن بالله واليوم الاخرفليكرم جاره                                                         
“Seseorang yang beriman dengan Allah dan Hari Akhirat maka hendaknya memuliakan tetangganya”.
  Dan dari Aisyah RAH dari Nabi SAW beliau bersabda
مازال جبريل يوصيني بالجارحتى ظننت انه سيورثه
“Setantiasalah Jibril mengwasiatkan dengan tetangga sehingga saya menyangka Jibril akan menjadikan tetangga sebagai penerima warisan.


ADAB PERGAULAN

  Adab pergaulan yaitu berwajah manis,lemah lembut,mendengar pembicaraan teman,sopan,tidak takabbur,diam ketika terjadi senda gurau,memaafkan kesalahan dan berlapang dada,tidak berbangga dengan kemegahan dan kekayaan,karena demikian akan menjatuhkannya  dari pandangan manusia(diaggap remeh) dan menyimpan rahasia sebab tiada berharga orang yang tidak bisa menyimpan rahasia.
 Berkata seorang Penyair
اذا مالمرءلم يحفظ ثالاثا
فبعه ولو بكف من رماد
وفاءللصديق وبذل مال
و كتمان السرائرفي الفئواد
  Apabila manusia tidak dapat menjaga tiga perkara
 Maka jual dia walau dengan segenggam debu
Yaitu menepati janji kawan,menyumbangkan harta
dan menyimpan rahasia di hati


                                                                                               
pcc: abi medan