TERJEMAHAN TAISIRUL KHOLAQ
PENGANTAR ABU MUDI
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Segala
puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara semesta Alam. Shalawat dan salam
semoga tetap tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW beserta
seluruh keluarga dan para sahabatnya.
Alhamdulillah, saya telah
membaca sekilas hasil karya anak kami ini, Terjemahan Kitab Taisir
al-Akhlaq sebagai suatu karya amal jariyah dalam membedah ilmu tasauf.
Secara sekilas saya simpulkan bahwa buku ini adalah alihbahasa untuk
memberikan kemudahan bagi masyarakat luas dalam memahami dan mengamalkan
konsep akhlaq al-karimah.
Saya beryukur sekali atas upaya dan
karya anak kami dalam menyusun dan menerbitkan buku terjemahan ini
dengan bahasa yang baik, lugas, enak dibaca serta mudah dipahami oleh
seluruh khalayak masyarakat. Apalagi konsep tasauf yang jarang
diaplikasikan oleh masyarakat terkendala oleh rumitnya memahami teks
asli dari literatur ulama terdahulu. Insyallah dengan dengan ada karya
ini bisa memberikan kemudahan bagi pembacanya.
Oleh karena itu
saya menyambut baik dan ikut mendorong penerbitan buku terjemahan
tersebut serta berharap semoga bermanfaat sebagaimana buku aslinya dan
Allah menjadikan amal ibadah yang hanya didasari oleh semangat untuk
mencari keridhaan-Nya. Amien..
Samalanga, September 2011
بسم الله الرحمن الرحيم
MUKADDIMAH
Segala puji bagi Allah Yang Maha Mulia Lagi Maha Pecipta Dan rahmat dan
sejahtera kepada Penghulu kita Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk
menyempurnakan akhlak mulia dan Rahmat dan sejahtera juga buat keluarga
dan sahabatnya selama mengalirnya pena dalam meringkas dan menjelaskan
di lembaran-lembaran kertas.
Adapun kemudian :Maka ini
adalah ringkasan pada Ilmu Akhlaq Diniyah yang saya buat untuk para
Pelajar Tahun Pertama Al-Azhar dan saya namakan TAISIRUL KHALAQ FIL
‘ILMI AKHLAQ,maka saya ucapkan : “Dan dengan Allah itu pemeliharaan dan
dengan kekuasaanNya Penyempurnaan nikmat.
Ilmu Akhlaq adalah pegertian dari kaedah-kaedah (aturan-aturan) memperbaiki hati dan semua anggota.
Subjeknya membicarakan budi pekerti dari segi berhias dengan kebaikan-kebaikan dan mengosongkan keburukan-keburukan.
Tujuannya baik hati dan selurauh panca indra di Dunia dan Kemenangan dengan tinggi kedudukan di Akhirat.
Pengarang
TAQWA
Taqwa: Menuruti segala perintah Allah yang Maha Tinggi dan Maha Besar
serta menjauhi larangaNya secara tersembunyi dan terang-terangan,maka
tidak sempurna Taqwa kecuali dengan mengosongkan semua keburukan dan
menghiasi kebaikan-kebaikan.Taqwa ialah suatu jalan seseorang yang
menempuhnya akan terpetunjuk dan tali yang kuat siapa saja yang
memegangnya akan selamat.
Sebab-sebab Taqwa sangat banyak
Diantaranya : manusia memperhatikan bahwa dia hamba yang hina Dan
Tuhannya Maha Kuat dan Perkasa tentu tidak layak bagi hina mendurhakai
Yang maha Perkasa karena ubun-ubunnya dalam kekuaasanNya (Nasiyah :
Ubun-ubun,pada dasarnya di pakai untuk bagian depan kepala atau rambut
depan dan yang dimaksud disini sosok sempurna) penyebab ketaqwaan
selanjutnya mengingat mati,seseorang yang menyadari bahwa dia akan mati
tiada di hadapannya selain Surga dan Neraka niscaya tergeraklah dirinya
melakukan amal-amal baik semampunya,diantara perbuatan baik adalah
menolong sesama Muslim,memandang mereka dengan pandangan lemah lembut,
dan kasih sayang lebih-lebih lagi bila mereka lebih duluan berbuat
baik.
Buah Taqwa: bahagia di dua Negeri
Adapun
di Dunia terangkat derajat,harum nama dan sebutan dan memperoleh kasih
sayang dari manusia, karena orang Taqwa dibesarkan oleh orang-orang
kecil dan disegani orang-orang besar,orang berakal melihat orang taqwa
lebih cocok dengan kebaikan dan berbuat baik.
Dan di
Akhirat orang Taqwa,selamat dari Neraka,kemenangan,dengan masuk
surga,mencukupilah kemuliaan atas orang bertaqwa sesuai Firman Allah
اان الله مع الذين اتقوا والذين هم محسنون
“Sesungguhnya Allah berserta orang-orang bertaqwa dan berbuat baik”.
ADAB GURU
Guru adalah penuntun murid untuk menyempurnakan ilmu dan
makrifat.Syarat menjadi guru memiliki sikap terpuji sebab ruh murid
masih lemah dibandingkan gurunya,apabila guru bersifat sempurna,murid
akan menyesuaikan diri dengan gurunya.Maka seorang guru mestinya
bertaqwa,tawaddu(merendahkan diri),lemah lembut,agar murid simpatik
padanya,maka akan bermanfaat untuk murid tersebut,seorang guru juga
harus bijaksana,sopan santun supaya murid mengikutinya ,disamping itu
harus ada rasa kasih sayang pada murid agar menyukai apa yang
diajarkan,dan gurupun selalu menasehati dan mendidik kesopanan serta
memperbaiki adab muridnya dan tidak membebankan mereka suatu pemahaman
yang tidak mampu mereka pikirkan.
ADAB MURID
Untuk murid ada beberapa adab yaitu adab pada dirinya bersama Ustadz dan saudaranya.
Adapun adab untuk dirinya sangat banyak,sebagianya adalah tidak
‘ujub(heran pada kemampuan diri sendiri),tawaddu’,jujur agar murid
dicintai dan dipercaya,sopan saat berjalan,menundukkan pandangan dari
melihat yang haram-haram,terpercaya(tidak membelot) dari ilmu yang
diberikan kepadanya,maka dia tidak sembarangan menjawab apa yang tidak
diketahuinya.
Adapun adab bersama Ustadznya adalah meyakini
kelebihan Ustadznya lebih besar dari kedua orang tuanya karena ustadz
mendidik ruhnya,dan merendahkan diri dihadapan Ustadznya,dan duduk
disaat belajar penuh sopan santun serta mendengar baik-baik apa yang
dikatakan Ustadnya,meninggalkan senda gurau dan tidak memuji orang lain
di hadapan Ustadnya daripada Ulama-Ulama karena dikwatirkan Ustadnya
memahami itu sebagai celaan dan tidak malu bertanya hal yang tidak
diketahuinya.
Sedangkan adab bersama saudaranya adalah
memuliakan mereka,tidak meremehkan dan tidak sombong terhadap
mereka,tidak mengolok-ngolok kelambatan pemahaman diantara mereka dan
tidak merasa senang bila Ustad menegur yang kurang perhatian,sebab itu
akan menimbulkan kemarahan dan permusuhan.
HA-HAK DUA ORANG TUA
Dua orang tua penyebab adanya insan,kalau bukan susah payah
keduanya,tidak merasa senanglah insan dan kalau bukan kesukaran keduanya
insan tidak mengecap kenikmatan.
Adapun ibu telah
mengandung dan melahirkan dalam kondisi susah payah,sedangkan bapak
mencurahkan kemampuannya pada sesuatu yang kembali manfaatnya kepada
insan untuk pemeliharaan tubuh dan ruhnya.
Wajiblah
insan mengingat kebaikan dan menuruti perintah keduanya,kecuali perintah
itu maksiat dan duduk berserta ibu bapak penuh hormat,memejamkan
pandangan dari ketergeliciran dan tidak menyakiti keduanya walau itu
dengan ucapan “AH!” tidak memperpanjang perdebatan dan tidak berjalan di
hadapan keduanya kecuali waktu melayani,dan berdoa terhadap kedua orang
tua mendapat rahmat dan keampunan dan menganjurkan keduanya melakukan
kebaikan danmencegah kemungkaran karena insan sebab keselamtan
keduanya sebagaimana keduanya sebab adanya insan , كلا
وقضى
ربك الا تعبدوا الا اياه وبالوالدين احسانا امايبلغن عندك الكبر احددهما
او هما فلا تقل لهماا ف ولاتنهر هما وقل لهما قولا
كريماواخفض الذل من
الرحمه وقل رب ارحمهما كما ربياني صغيرا
Allah telah
berfirman : Tuhan kamu memerintah bahwa jangan kamu sembah kecuali Dia
dan berbuat baik kepada kedua orang tua jika salah satu dari keduanya
sudah tua janganlah kamu mengucapkan kepada keduanya “ah” ,jangan kamu
membentak mereka dan ucaplah perkataan mulia terhadap
keduanya,rendahkanlah dirimu terhadap mereka penuh kasih sayang dan
ucapkanlah “Wahai Tuhanku sayangilah kedua orangtuaku seperti mereka
telah mendidikkuku semenjak kecil.
Spesial untuk Ibu,perbuatan baik(kebaktian) harus ditambah karena sabda Nabi SAW
Berbuat baik pada ibu diatas anak dua kali lipat!.
HAK SAUDARA
Saudara: mereka yang memiliki hubungan kasih sayang (kerabat) ,Allah
memerintah menyambung persaudaraan dan mencegah memutuskannya.
Sabda Nabi SAW : Allah Ta’ala berfirman
انا الرحمن وهذه الرحم اشتققت لها اسما من اسمى فمنن وصلها وصلته ومن قطعها بتته
“Aku
Yang Maha Pengasih ,kasih sayang kuambil dari nama daripada namaku
,seseorang yang menyambungnya,aku menyambungnya,siapa yang
memutuskan,aku putuskan!”
Seyogianya manusia
menjaga dan memelihara persaudaraan,tidak menyakiti mereka dengan
perbuatan dan perkataan,merendahkan diri dan menahan ganguan walau dalam
waktu lama dan bertanya jika mereka tidak ada,membantu mendapat tujuan
mereka bila mampu,mencegah dari bahaya jika mungkin,kalau mereka tidak
memerlukan hal-hal diatas,dengan cara menyempurnakannya dengan
membeduk(berkunjung) ke rumah mereka.
HAK TETANGGA
Tetangga: orang-orang yang berdekatan rumahnya dengan rumahmu sekitar 40 rumah dari semua penjuru.
Hak-hak tetangga: memulai memberi salam,kamu berbuat baik
padanya,seimbanghkan melakukan kebaikan,apabila dia
mengawalinya(balaslah kebaikannya),kamu tunaikan(bayarlah) hak-hak
hartanya bila sangkut paut dengan itu dan kamu kunjungi dia bila
sakit,kamu merasa puas jikalau tetangga senang,kamu berduka cita bila
dia tertimpa musibah,janganlah kamu arahkan pandangan kamu kepada
wanitanya sekalipun itu pembatunya,kamu tutup aurat tetanggamu dan kamu
hindari sesuatu yang dibenci saudaramu semampumu dan kamu bertemunya
dengan wajah manis dan memuliakan.
Telah bersabda Nabi SAW
من كان يئومن بالله واليوم الاخرفليكرم جاره
“Seseorang yang beriman dengan Allah dan Hari Akhirat maka hendaknya memuliakan tetangganya”.
Dan dari Aisyah RAH dari Nabi SAW beliau bersabda
مازال جبريل يوصيني بالجارحتى ظننت انه سيورثه
“Setantiasalah
Jibril mengwasiatkan dengan tetangga sehingga saya menyangka Jibril
akan menjadikan tetangga sebagai penerima warisan.
ADAB PERGAULAN
Adab pergaulan yaitu berwajah manis,lemah lembut,mendengar pembicaraan
teman,sopan,tidak takabbur,diam ketika terjadi senda gurau,memaafkan
kesalahan dan berlapang dada,tidak berbangga dengan kemegahan dan
kekayaan,karena demikian akan menjatuhkannya dari pandangan
manusia(diaggap remeh) dan menyimpan rahasia sebab tiada berharga orang
yang tidak bisa menyimpan rahasia.
Berkata seorang Penyair
اذا مالمرءلم يحفظ ثالاثا
فبعه ولو بكف من رماد
وفاءللصديق وبذل مال
و كتمان السرائرفي الفئواد
Apabila manusia tidak dapat menjaga tiga perkara
Maka jual dia walau dengan segenggam debu
Yaitu menepati janji kawan,menyumbangkan harta
dan menyimpan rahasia di hati
pcc: abi medan
