JUJUR DAN DUSTA
Jujur: menyampaikan sesuatu sesuai kejadian sedangkan dusta menyampaikan berita tidak sesuai kejadian.
Sebab-sebab jujur: Akal,Agama,Muru-ah(berani,punya rasa malu) karena
akal mendapatkan manfaat kejujuran dan mudarat dusta,maka dia tak ingin
dirinya ada dalam bahaya,diapun selalu bersikap jujur,sedangkan agama
memerintah berlaku jujur,menjauhi lawanya,demikian juga orang yang punya
rasa malu,tidak ridha dirinya kecuali berlaku jujur,sebab kejujuran
menuntut berhias perkara terpuji dan tiada kebaikan pada dusta
Sebab dusta ingin menarik manfaat dan menolak bahaya sebab manusia
kadang-kadang melihat pada dusta ada keselamatan segera(Instant) maka
diapun berdusta dan melihat pada berlaku jujur lawannya,diapun tak
melakukannya.Bahaya dusta berbalik ke pemiliknya,dia akan diremehkan
serta tidak dipercaya lagi,pendusta dihinakan di dunia,disiksa di
Akhirat,dusta juga berefek untuk orang lain,karena pendusta berjanji
dengan orang lain akan suatu kebaikan kemudian mengingkarinya sehingga
memecahkan hati orang tersebut akibat hilang harapannya akhirnya
timbullah ghibbah(gossip),adu domba,sehingga tergeraklah manusia dalam
kemarahan dan permusuhan.
Cukuplah celaan dusta dengan firman Allah :
انما يفتري الكذبب الذين لايئمنون بايات الله
Dusta hanya dilakukan(diada-adakan) oleh orang-orang yang tidak beriman dengan ayat-ayat Allah.
Dan Sabda Nabi SAW:
اذا كذب العبد كذبة تبا عد عنه الملكك ميلا من نتن ما جاء به
Apabila berdusta seorang hamba akan satu dusta,menjaulah Malaikat 1 mil karena bau busuk merebak dari pendusta.
Cukuplah pujian untuk kejujuran firman Allah:
ياايها الذين امنوااتقواالله وكو نوا مع الصادقين
Wahai orang-orang beriman! Bertaqwalah kepada Allah,jadilah orang-orang yang benar(jujur)
Dan sabda Nabi SAW:
تحرواالصدق و ان رئيتم ان فيه الهلكة فان فيه النجاة
Pilihlah kejujuran dan jika kamu lihat pada kejujuran itu bahaya(kebinasaan)sesungguhnya pada kebenaran itu ada keselamatan
AMANAH
Amanah: menjaga(memelihara) hak-hak Allah dan hamba-Nya.Dengan Amanah
sempurnalah Agamamu,terpelihara kehormatan dan harta benda,sebab menjaga
hak Allah berarti melakukan perintah dan menjauhi larangan.memelihara
hak-hak hamba berarti mengembalikan barang titipan,tidak mengurangi
sukatan dan timbangan atau ukuran(hasta),tidak menyebarkan
rahasia-rahasia dan aib-aib,memilih yang paling baik pada Agama,dunia
dan dirinya.
Allah SWT berfirman
ان الله يئا مركم ان تؤدوا الامنات الى اهلها
“Allah memerintah kamu menunaikan amanah kepada ahlinya.
Dan telah bersabda Nabi SAW:
لا ايمان لمن لاامنة له لادين لمن لا عهد له
Tiada Iman bagi orang yang tidak ada amanah(tidak dapat dipercaya) dan tiada Agama orang yang tidak memenuhi janji
Lawan amanah khianat,Khianat ialah menyimpang dari kebenaran dengan menyalahi perjanjian secara tersembunyi.
Bahaya Khianat itu banyak,diantaranya disebut penghianat sebagai
pembelot,kurang Agama,bercita-cita rendah,berjiwa kerdil,manusia
menjauhinya karena keburukan penghianat,di potong tangannya bila
mencuri,murka dan azab Allah buat penghianat akibat tidak menjaga
sesuatu yang diwajibkan Allah.
Allah SWT telah berfirman:
يا ايها الذين امنوا لاتخو نوا الله والرسول وتخو نوا امناتكم وانتم تعلمون
Hai orang-orang beriman,jangan kamu khianati Allah dan Rasul dan dan kamu khianati amanahmu dan kamu akan mengetahui!
MEMELIHARA DIRI
‘Iffah adalah sifat jiwa yang menjaga dari yang haram-haram dan
syahwat rendah,iffah(memelihara diri) perkara yang paling mulia dan
tinggi,darinyalah bercabang beragam kebaikan seperti
sabar,qana’ah(mencukupi apa yang ada),sakh(pemurah),terlepas dari
aib,wara’(memelihara diri dari makruh,lebih-lebih yang haram),sopan
santun,kasih sayang,rasa malu.’Iffah adalah simpanan orang yang tidak
punya harta,mahkota untuk yang tidak punya kemulian.
Sebab ‘iffah: memutuskan ketamakan,tidak loba mengusahakan harta dan qana’ah pada dorongan keinginan.
Allah SWT telah berfirman :
يحسبهم الجهل اغنياء من التعفف
Orang –orang jahil menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri.
Rasullullah bersabda:
طو بى لمن هبدى للاسلام وكان عيشه كففا وقنع به
Berbahagialah orang yang ditunjukkan bagi Islam adalah kehidupannya mencukupi dan dia bersikap Qana’ah(memadai apa yang ada)
KHARISMA(MURU-AH)
Muruah atau kharisma ialah sifat yang mendorong seseorang memegang kemulian Akhlaq dan kebiasaan-kebiasaan baik.
Sebab-sebabnya: Cita-cita tinggi,berjiwa mulia,sesungguhnya cita-cita
tinggi akan menghasilkan menjaga ketinggian,mendapatkan semua
kebaikan,membangun kemulian,murah hati,mencegah bahaya.Muru’ah adalah
tanda ‘iffah(memelihara diri),suci dari yang tidak
baik,terpelihara,karena itu tidak terlihat pada orang yang memiliki
mur-ah(kharisma) kecuali ketaqwaan,jauh dari tamak dan ridha dengan apa
yang dibagi Allah,tiada melihat apa yang ada di tangan manusia,dan
diantara yang menunjuki terpujinya muru-ah adalah haditst Nabi SAW :
ان الله يحب معالى الامورواشرفها
Sesungguhnya Allah mencintai urusan-urusan yang tinggi dan paling mulia.
HILM(BIJAKSANA,TIDAK CEPAT MARAH)
Hilm sifat yang membawa pemiliknya tidak membalas orang yang membuatnya marah padahal dia mampu untuk membalasnya.
Sebab-sebab Bijaksana: Menyayangi orang-orang bodoh,tidak mencaci
maki,malu memberi jawaban,ramah pada orang yang berbuat jahat,menjaga
nikmat yang lalu,diplomatis,menanti peluang,Tidak mencaci maki sebagian
dari berjiwa mulia dan tinggi cita-cita Malu sebagian dari memelihara
jiwa dan sempurna kharisma, Memelihara nikmat yang lalu sebagian dari
menyempurnakan janji. Diplomatis dan melihat peluang sebagian dari
kecerdikan sebab seseorang yang menampakkan kemarahan sedikit caranya.
Telah bersabda Nabi SAW
ان الله يحب الحى الحلم ويبغض الفاحش البذئ
Sesungguhnya Allah mencintai orang yang mempunyai rasa malu,bijaksana,dan murka akan orang yang berbuat keji dan cabul.
PEMURAH
Pemurah: meberikan harta tampa diminta dan menuntut hak.
Pemurah adalah kebaikan utama dan perkara terpuji karena mengikat dan menyatukan semua hati,manfaat dan faedahnyapun menyeluruh.
Maka bersabda Nabi SAW: Telah berkata Jibriel,telah berfirman Allah SWT
هذا دين ارتضيته لنفسى لايصلحه الا السخاء وحسن الخلق فاكرموه بهما مااستطتم
“Agama
ini Aku ridhai untuk Diri-Ku,tidak layak Agama kecuali buat pemurah dan
bagus akhlak,maka muliakanlah Agama dengan keduanya semampumu.
TAWADDU’(MERENDAHKAN DIRI)
Tawaddu’:Merendahkan diri dan berhati lembut tampa menghinakan diri.
Tujuan Tawaddu’ ialah memberikan tiap-tiap yang punya hak akan
haknya,tidak mengangkat derajat orang hina dan tidak menurunkan yang
mulia,tawaddu sebagian dari sebab-sebab bermartabat tinggi dan
mengantarkan ketempat kemulian .
Telah bersabda Nabi SAW :
من تواضع لله رفعهه
Seseorang yang Tawaddu’ karena Allah,Allah akan meninggikannya.
BERJIWA BESAR
Berjiwa besar ialah sifat yang menempatkan manusia pada tempat tinggi
dan mulia,sebab berjiwa besar adalah manusia mengenal ukuran
dirinya,hasil dari berjiwa besar adalah melakukan kebaikan,sabar pada
masa susah,tidak melahirklan hajat(tidak menampakkan kebutuhan kepada
orang lain),manusia memuliakannya,mendapat balasan kebaikan dari Allah .
Allah berfirman:
ولله العزة ولرسوله وللمئومنين
Dan untuk Allah ketinggian dan buat Rasul-Rasul-Nya dan orang-orang beriman. Dan telah bersabda Nabi SAW
رحم الله امراء عرف قدر نفس
Allah mengasihi orang yang mengenal ukuran dirinya
DENDAM
Dendam: Menyembunyikan keburukan,sangat berkeinginan untuk menyakiti.
Sebab dendam: marah,mengiringinya delapan perkara yang diharamkan yaitu
dengki kepada orang yang di dendaminya,mencela bila terjadi
musibah,menjauhi orang yang dia menaruh dendam padanya walau dia memohon
belas kasihan,berpaling dan meremehkannya dan mengomonginya dengan keji
seperti menggosip dan menyebarkan rahasia,menceritakannya dengan cara
mengolok-olok,menyakiti tubuh dan mencegah haknya.
Dalil bahwa dendam dicela adalah sabda Nabi SAW:
المؤمن ليس بحقود
Orang Mukmin itu bukan Pendendam.
DENGKI/IRI HATI
Dengki: keinginan(cita-cita) melenyapkan nikmat orang lain,adapun
cita-cita ingin menjadi seperti orang lain disebut Ghibtah(Gemar,menaruh
hati),hal ini tidak dicela bahkan dianjurkan sebab rasa gemar akan
membentuk sifat-sifat terpuji,Nabi SAW pun bersabda :
المؤمن يغبط والمنافق يحسد
Mukmin menaruh hati(gemar,ingin mencontoh orang lain) yang baik-baik dan Munafik itu Pendengki. Sebab-sebab Kedengkian:
1.Benci kepada orang yang di dengki karena kelebihan yang nampak padanya atau nikmat yang dilimpahkan Allah untuknya.
2.Orang yang di dengki lebih tinggi martabat,sedangkan si pedengki tidak mampu mencapainya.
3.Pelit si Pedengki atas kelebihan(potensi-potensinya) sehingga dia iri hati kepada setiap orang yang lebih baik dari dirinya.
Obat penghilang dengki dari semua hati ialah berpegang pada
Agama,melihat pada kedengkian ada kemudaratan dan ridha Qadha dan
Qadar(ketentuan) Allah.
Dalil bahwa dengki di cela adalah Hadits Nabi SAW:
الحسد ياء كل كما تاءكل النارالحطببب
Kedengkian memakan kebaikan-kebaikan seperti api memakan kayu bakar.
GOSIP/MENGUMPAT
Mengumpat(gossip): Menyebut saudaramu dengan sesuatu yang di benci
walaupun itu dihadapannya seperti ucapan: Si Anu pincang atau
fasik,fakir,berpakaian pendek yang kamu maksud demikian buat
menguranginya.
Sebab-sebab timbulnya gossip delapan
perkara: dengki,memuaskan rasa sakit hati,keinginan mengangkat
kedudukannya,menggagalkan tujuan orang yang dia sakiti sebelum
tercapai,tujuan melepaskan diri,berpura-pura baik pada
kawan-kawan,bersenda gurau dan mengolok-olok. Dan
bukan gossip bila menegur orang lalai dari kelalaianya,dan menunjuki
kepada kebaikan karena Allah tidak mencegah menyampaikan nasehat tetapi
Allah melarang ghibah,maka Allah berfirman:
ولايغتب بضكم بعضا ءايحب احدكم ان ياءكل لحم اخيهه ميتا فكر هتموه
Tidak
mengumpat sebagian kamu akan sebagian,adakah kamu suka salah seorang
dari kamu memakan bangkai saudaranya,tentu kamu membencinya.
FITNAH(ADU DOMBA)
Fitnah: memindahkan semua perkataan,perbuatan,hal-hal(kondisi) manusia
kepada orang lain yang tujuannya merusak.Pendorongnya adalah maksud
buruk dari orang yang dipindahkan(pemilik berita) atau menampakkan cinta
kepada orang yang dipindahkan padanya(penerima
berita),menghambur-hamburkan omongan atau berbicara sia-sia.Yang mencegah Manusia dari mengadu domba ialah menyadari bahwa adu
domba tersebut bisa memutuskan tali persaudaraan,menyalakan api
permusuhan dan mendapatkan siksa(risiko)
Telah bersabda Nabi Muhammad SAW
ان احبكم الى الله الذين ياءلفو ويؤلفون وانءابغضكم الى الله المشاؤن بالنميمة المفر قون بين الاخوان
Allah
paling cinta kepadamu yaitu orang-orang yang mencintai orang lain dan
orang lain mencintai mereka,orang yang paling Allah murkai di antara
kamu adalah mereka yang berjalan membawa gossip(menyebarkan isu),yang
mencerai beraikan diantara saudara.
Dan Nabi SAW bersabda:
لايدخل الجنة نمام
Tidak masuk Surga Pengadu domba.
TAKABBUR(SOMBONG)
Takabbur adalah menilai diri lebih besar dan melihat derajatnya di atas orang lain.
Kerusakan takabbur banyak sekali,diantaranya menyakiti orang
lain,memutuskan tali-tali kasih sayang(persaudaraan)memisahkan diantara
hati,membuat orang marah dan sepakat untuk menyakitinya,tidak tunduk
kepada kebenaran dan memendam kebencian dan tidak lembut dalam
menyampaikan nasehat.
Cukuplah cela takabbur oleh sabda Nabi SAW:
لايدخل الجنة من كان فى قلبه مثقال ذرة من الكبر
Tidak akan masuk Surga,seseorang yang ada pada hati seberat debu(atom) takabbur.
Seseorang
menyadari(mengenal) bahwa dia diciptakan dari setetes mani dan akan
menjadi bangkai,mudahlah dia meninggalkan takabbur yang penyebabnya
adalah ‘ujub(heran pada kemampuan diri sendiri)
GHURUR(TERTIPU)
Ghurur: Tenang jiwa pada sesuatu yang sesuai keinginan dan condong
tabi’at kepadanya sebab syubhat Syetan(kesamaran fatamorgana Setan)
Ghurur(tertipu) dua pembagian:
1.Tertipu
orang-orang Kafir yang menukar kehidupan Dunia dengan Akhirat,diantara
mereka yaitu orang yang tenang pada Dunia dan hiasannya dan mengingkari
Hari Kebangkitan dan tertipu dengan kememimpinan di Dunia,dia menyangka
bahwa dirinya yang paling baik pada menempati janji dan kasih sayang.
2.Tertipu
pelaku Maksiat dari kalangan orang Mukmin,diantaranya adalah orang yang
tidak beamal sebab tertipu dengan keluasan ampunan Allah,berpegang
atas ketaatan Bapak atau pada banyaknya ilmu,golongan ini(Pertama yang
tidak beramal)bahwa suka pada sesuatu tampa mengambil(menjalani)
sebab-sebabnya ialah kerakusan tercela dan tiada mengingat yang
kedua(yang berpegang pada keshalehan orang tua) akan firman Allah:
واخشوايومالايحزىوالدعد عن ولده ولا مولود هو جاز عن والده شيئا
Takutlah pada Hari yang tak dapat membantu ayah daripada anak dan anak juga tak dapat membantu ayahnya sedikitpun.
Dan
tidak menyadari oleh yang ketiga(yang berpegang pada banyaknya
Pengetahuan)Sesungguhnya Ilmu tampa amal laksana pohon tidak berbuah dan
ada juga yang tertipu dengan banyak ibadahnya,dia menyangka lebih
berhak mendapat keampunan Allah dibandingkan orang lain dan dia tidak
menyadari bahwa inilah yang melenyapkan keikhlasan dan pahala amalnya
dan sebagian lagi tertipu dengan banyaknya harta,dia menyangka bahwa
hartanyalah yang membuatnya lebih tinggi dari orang lain,dia amat
menyukai hiasan Dunia dan lupa pada karunia Allah.
Diantara aib Ghurur(tertipu) ialah timbulnya rasa sombong yang telah
disebutkan pada pembahasan yang telah lewat bahwa orang sombong tidak
masuk Surga.
ZHALIM(ANIAYA)
Zhalim: Keluar dari batasan keseimbangan disebabkan kelalaian(tidak
perhatian) atau melampaui batas,kezhaliman mengandung semua maksiat dan
kehinaan(keburukan).
Orang Zhalim itu adakala untuk dirinya atau pada orang lain.
Menzhalimi diri yaitu dengan lalai pada menaati Allah SWT atau tidak beriman.
Zhalim kepada orang lain adalah meremehkan hak orang lain seperti
menyakiti tetangga,menghina tamu,berdusta,mengosip,mengadu domba.
Telah bersabda Nabi SAW:
الظلم ظلمات يوم القيمامة
Kezhaliman akan menjadi kegelapan di hari Kiamat.
Dan pada hadits Qudtsi :
ياعبدي اني حرمت الظلم على نفسى وجعلته بينكم محرما فلا تظالموا
Wahai hambaku,aku haramkan kezhaliman pada diri-Ku,dan Ku jadikan diantaramu haram,maka janganlah kamu berbuat zhalim.
‘ADIL
Adil: seimbang pada semau urusan dan sesuai dengan Syare’at.
‘Adil ada dua bagi:
1.Manusia adil pada dirinya yaitu berjalan di jalur Istiqamah.
2.Adil kepada orang lain ,dibagi tiga lagi:
1.Adil Raja pada rakyat lewat memberi kemudahan dan memberikan setiap orang yang mempunyai hak akan haknya.
2Rakyat adil pada Sultan(pemimpin),murid pada guru,anak pada ayah yaitu dengan taat secara ikhlas(tulus)
3.Manusia adil sesama sebaya(sederajatnya) dengan tidak takabbur dan tidak menyakiti mereka.
Telah berfirman Allah SWT:
ان الله يئامر بالعدل والاحسان
Allah menyuruh berbuat adil dan kebaikan !
Tentang Adil telah kamu ketahui!
Sedangkan Ihsan seperti tercantumm pada hadits Nabi SAW:
ان تعبد الله كاءنك تراه
KAMU SEMBAH ALLAH SEOLAH-OLAH KAMU MELIHATNYA
Inilah iman paling sempurna dan puncak keyakinan
Berkatalah pengarang Semoga Allah menjaganya
Sungguh
telah selesailah kitab yang berlembaran putih ini pada hari Jum’at yang
penuh berkah 27 Jumadil Ula Tahun 1337 Hijriah Penghulu kita Muhammad
SAW,semoga Allah merahmati dan melimpahkan kesejahteraan untuk
beliau,keluarga dan sahabatnya.
يا طا لب اللاخلاقق هاك مؤلفا
بنيت مقاصده على التحرير
واعلم المرء ليس بمدرك
من امره شئا بلا تيسير
Wahai penuntut Akhlaq
Ambillah karangan yang berdasarkan atas tujuan-tujuannya
Dan ketahuilah bahwa manusia tidak mendapatkan suatu hal tampa dimudahkan
Alhamdulilahhi rabbil ‘Alamin
Dengan
kehendak allah ,selesailah Al Faqir menerjemah kitab Taisirul Khalq Fil
‘Ilmu Akhlaq pada malam senin(ahad malam) tgl 21 Sya,ban 1431
(02-08-2010) di kamr istriku di Diski Kec.Sunggal Dusun Sridadi.
pcc: abi medan
