KATA
PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha
Esa karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulisan makalah ini yang berjudul “INTERAKSI OBAT ANTIDEPRESAN TIPE
PENGHAMBAT MAO (ISOKARBOKSAZID) DENGAN PHENYLPROPANOLAMINE
/ BUSPIRON” selesai
tepat pada waktunya.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan
makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu saran dan
kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan guna penulisan makalah
selanjutnya yang lebih baik lagi.
Semoga makalah
ini bermanfaat bagi kita semua. Atas perhatiannya penulis ucapkan terima kasih
banyak.
Gombong, 13
Maret 2017
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
Gangguan depresi adalah jenis jenis
penyakit gangguan jiwa yang sering terjadi di masyarakat. Prevalensi
gangguan depresi penduduk di dunia 3 – 8 persen dan 50 persen terjadi pada
usia 20 – 50 tahun (Depkes, 2007). Perempuan dua kali
lipat beresiko mengalami depresi dibandingkan laki – laki, hal ini
diperkirakan
adanya perbedaan hormon, pengaruh melahirkan, dan perbedaan stresor
psikososial (Ismail dan Siste, 2010). Gangguan depresif ditandai dengan berbagai
keluhan seperti kelelahan atau merasa menjadi lamban, masalah tidur, perasaan
sedih, murung, nafsu makan terganggu dapat berkurang atau berlebih, kehilangan
berat badan dan iritabilitas. Penderita mengalami distorsi kognitif seperti
mengkritik diri sendiri, timbul rasa bersalah, perasaan tidak berharga dan
putus asa. (Depkes, 2007).
Gangguan depresif merupakan gangguan
yang dapat menganggu kehidupan dan dapat diderita tanpa memandang usia, status
sosial, latar belakang maupun jenis kelamin. Gangguan depresif dapat terjadi
tanpa disadari sehingga penderita terkadang terlambat ditangani sehingga dapat
menimbulkan penderitaan yang berat seperti bunuh diri (Depkes, 2007).
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
PENGERTIAN
Antidepresan
adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi serius yang dikarenakan
depresi berat. Kadar NT (Nontransmiter) terutama NE (Norepinefrin)
dan serotonin dalam otak sangat berpengaruh terhadap depresi dan gangguan
SSP. Rendahnya kadar NE dan serotonin didalam otak inilah yang 3
menyebabkan
gangguan depresi, dan apabila kadarnya terlalu tinggi menyebabkan
mania.
Oleh karena itu antideresan adalah obat yang mampu meningkatkan kadar
NE
dan serotonin didalam otak (Prayitno,2008).
2.2 TANDA-TANDA YANG MUNCUL PADA PENDERITA DEPRESI
Tanda – tanda gangguan depresif yang melanda jutaan
orang di Indonesia setiap tahun, seringkali tidak dikenali. Beberapa orang
merasakan perasaan sedih dan murung dalam jangka waktu cukup lama dengan latar
belakang yang berbeda-beda. Variasi tanda sangat luas dari satu orang ke orang
lain, dari satu waktu ke waktu pada diri seseorang. Gejalanya sering tersamar
dalam berbagai keluhan sehingga seringkali tidak disadari juga oleh dokter.
Tanda gangguan depresif itu adalah:
1. Pola
tidur yang abnormal atau sering terbangun termasuk diselingi kegelisahan dan
mimpi buruk.
2.
Sulit konsentrasi pada setiap kegiatan
sehari-hari.
3.
Selalu kuatir, mudah tersinggung dan
cemas.
4.
Aktivitas yang tadinya disenangi menjadi
makin lama makin dihentikan
5.
Bangun tidur pagi rasanya malas.
2.3 DAMPAK
GANGGUAN DEPRESIF
Gangguan ini bukan hanya mengimbas
orang yang mengalaminya tetapi juga membuat dampak pada anggota keluarga dan
lingkungan. Karena gangguan depresif, seseorang menjadi kehilangan minat,
termasuk minat pada pemeliharaan diri sampai aktivitas pekerjaan. Dengan
demikian akan membuat kerugian ekonomi di tempat kerja karena seseorang tak
lagi dapat bekerja, sementara itu keluarga yang perlu merawatnya juga
kehilangan waktu dan tenaga, serta terganggu aktivitas kesehariannya. Gangguan
depresif yang serius akan merusak hubungan antar orang termasuk dalam keluarga.
Dampaknya adalah mengganggu kehidupan sosial ekonomi, meningkatkan angka
ketidak hadiran di sekolah dan tempat kerja sehingga produktivitas menurun.
Menurut penelitian National Institute of Mental Health (NIMH), di Amerika
kehilangan 44 juta dollar setahun karena gangguan depresif. Selain itu gangguan
depresif juga mengganggu kehidupan berkeluarga serta dapat menimbulkan gangguan
emosional yang hebat sehingga dapat mengancam keselamatan diri, orang lain, dan
lingkungannya. Gangguan depresif merupakan kondisi psikologik yang berasal dari
gangguan otak, mengubah cara pikir dan perasaan, mengubah perilaku sosial,
mengganggu rasa sehat pada fisik seseorang, seperti:
1.
Letih tanpa bekerja apapun atau hanya
sedikit beraktivitas.
2.
Malas bekerja ketika mengalami
masalah serius.
3.
Kehilangan minat apapun yang mendalam
dan berlangsung lama.
4.
Bermanifestasi sebagai gangguan fisik
yang diwujudkan dalam bentuk kunjungan
ke dokter yang selalu berganti-ganti (shopping doctor).
ke dokter yang selalu berganti-ganti (shopping doctor).
Beberapa
faktor yang bisa memicu terjadinya depresi antara lain:
1.
Kejadian
tragis atau signifikan seperti kehilangan seseorang atau pun pekerjaan.
2.
Kehamilan
dan/atau melahirkan.
3.
Masalah
keuangan.
4.
Terisolasi
secara sosial.
5.
Trauma
masa kecil.
6.
Ketergantungan
terhadap narkoba dan/atau alcohol
2.4 PENGOBATAN
PADA DEPRESI
Teknik
pengobatan dan perawatan depresi sangat tergantung kepada jenis dan penyebab
dari depresi yang dialami. Terdapat berbagai jenis obat antidepresan yang penggunaannya
diresepkan oleh dokter, dan beberapa penanganan yang bisa dilakukan sendiri.
A.
Mekanisme kerja antidepresan
Antidepressan
dipercaya bekerja dengan memperlambat pembuangan suatu zat-zat kimia di dalam
otak. Zat kimia ini disebut neurotransmiter. Neurotransmiter dibutuhkan untuk
fungsi normal otak. Antidepresan membantu orang depresi dengan memperbanyak zat
kimia alami yang tersedia di dalam otak
B.
Antideprasan
Merupakan obat-obat yang efektif pada
pengobatan depresi, meringankan gejala gangguan depresi, termasuk penyakit
psikis yang dibawa sejak lahir. Antidepresan digunakan untuk tujuan klinis
dalam sejumlah indikasi termasuk yang berikut ini :
1. Untuk
mengurangi perasaan gelisah, panik, dan stres.
2. Meringankan
insomnia
3. Untuk
mengurangi kejang / serangan dalam perawatan epilepsi.
4. Menyebabkan
relaksasi otot pada kondisi ketegangan otot.
5. Untuk
menurunkan tekanan darah dan atau denyut jantung.
6. Untuk
meningkatkan mood dan atau meningkatkan kesupelan.
Jenis
antidepresan adalah :
1.
antidepresan trisiklik (ATS). Contoh:
Antidepresan dengan efek sedatif: amitriptilin,
klomipramin, dosulepin (dotiepin), doksepin, maprotilin, mianserin, trazodon,
dan trimipramin
Antidepresan dengan efek kurang sedatif:
amoksapin, imipramin, lofepramin dan nortriptilin
2.
inhibitor monoamine oksidase (MAOI) Contohnya:
fenelzin dan isokarboksazid
3.
inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI) dan
sekelompok antidepresan lain yang tidak termasuk tiga kelas pertama. Contoh :
Fluoxetine dan
Escitalopram
Indikasi klinis utama untuk penggunaan antidepresan adalah
penyakit depresif mayor. Obat ini juga berguna dalam pengobatan gangguan panik,
gangguan ansietas (cemas) lainnya dan enuresis pada anak-anak. Berbagai riset
terdahulu menunjukkan bahwa obat ini berguna untuk mengatasi gangguan defisit
perhatian pada anak-anak dan bulimia serta narkolepsi.
Anti deprasan seperti amitriptilin juga memiliki efek anti
kejang. Golongan ini digunakan pada pasien yang depresi dan juga mengalami
kecemasan, atau untuk penggunaan jangka lama dimana dikhawatirkan timbul
ketergantungan bila menggunakan benzodiazepine. Inhibitor MAO seperti
meclobemid sangat berguna pada pasien depresi dengan fobia. Selektif serotonin
reuptake inhibitor (SSRI) seperti citaloram bisa digunakan untuk serangan
panic.
Antidepresan
Trisiklik
Obat antidepresan trisiklik adalah sejenis obat yang
digunakan sebagai antidepresan sejak tahun 1950an. Dinamakan trisiklik karena
struktur molekulnya mengandung 3 cincin atom.
C.
Mekanisme kerja
ATS tampaknya mengatur penggunaan neurotransmiter
norepinefrin dan serotonin pada otak. Manfaat Klinis dengan riwayat jantung
yang dapat diterima dan gambaran EKG dalam batas normal, terutama bagi individu
di atas usia 40 tahun, ATS aman dan efektif dalam pengobatan penyakit depresif
akut dan jangka panjang. Reaksi yang merugikan dan pertimbangan keperawatan,
perawat harus mampu mengetahui efek samping umum dari anti depresan dan
mewaspadai efek toksik serta pengobatannya. Obat ini menyebabkan sedasi dan
efek samping antikolinergik, seperti mulut kering, pandangan kabur, konstipasi,
retensi urine, hipotensi ortostatik, kebingungan sementara, takikardia, dan
fotosensitivitas. Kebanyakan kondisi ini adalah efek samping jangka pendek dan
biasa terjadi serta dapat diminimalkan dengan menurunkan dosis obat. Efek
samping toksik termasuk kebingungan, konsentrai buruk, halusinasi, delirium,
kejang, depresi pernafasan, takikardia, bradikardia, dan koma. Contoh
obat-obatan yang tergolong antidepresan trisiklik diantaranya adalah
amitriptyline, amoxapine, imipramine, lofepramine, iprindole, protriptyline,
dan trimipramine. Selektif serotonin reuptake inhibitor (SSRI). Diduga SSRI
meningkatkan 5-HT di celah sinaps, pada awalnya akan meningkatkan aktivitas
autoreseptor yang justru menghambat pelepasan 5-HT sehingga kadarnya turun
dibanding sebelumnya. Tetapi pada pemberian terus menerus autoreseptor akan
mengalami desensitisasi sehingga hasilnya 5-HT akan meningkat dicelah sinaps di
area forebrain yang menimbulkan efek terapetik. Contoh obat-obat yang tergolong
SSRI diantaranya adalah fluoxetine, paroxetine, dan sertraline.
Monoamine
oxidase inhibitor (MAO inhibitor)
Dulu MAOIs secara nonselektif mengeblok MAO A dan B isoenzym
dan memiliki efek antidepresan yang mirip dengan antidepresan trisiklik. Namun,
MAOIs bukan obat pertama terapi antidepresan karena pasien yang menerima harus
disertai dengan diet rendah tiramin untuk mencegah krisis hipertensi karena
MAOIs membawa resiko interaksi obat dengan obat lain. MAOI tidak bersifat
spesifik dan akan menurunkan metabolisme barbiturate, analgesic opioid dan
alkohol. Meclobamid menghambat MAO A secara selektif dan reversible, relative
aman dengan efek samping utama pusing, insomnia, dan mual. Contoh obat-obat
MAOIs diantaranya phenelzine, dan tranylcypromine.
2.5.A Interaksi
Obat
1.
Apabila MAO-inhibitor misalnya
isokarboksazid (efeknya memblok metabolisme senyawa endogen sehingga
meningkatkan simpanannya) diberikan bersama dengan simpatomimetik indirek yaitu
phenylpropanolamine dapat terjadi reaksi hipertensi.
2.
Apabila isokarboksazid dalam kombinasi dengan buspiron. Telah
terjadi beberapa kasus peningkatan tekanan darah. Berikan jeda paling tidak 10
hari antara penghentian isokarboksazid dan mulainya pemakaian buspiron.
B. Interaksi
MAOI dengan Makanan
Peringatkan semua penderita untuk tidak
memakan makanan dengan kandungan tiramin tinggi , karena dapat terjadi krisis
hipertensif.
Tabel 1. Makanan yang mengandung tiramin
a.
Susu/produk telur
|
American
Blueb Boursaultb Brie |
Camembertb
Cheddarb Emmenthalerb Gruyere Mozzarella Permesan |
Romano
Roquefort Sour cream Stiltonb Swissb Yogurt |
|
|
|
|
|
b.
Daging/Ikan
|
||
|
Anchovy
Hati sapib atau ayam, daging lain, ikan (tidak direfrigerasi, difermentasi, rusak (spoiled), diasap, diacar) Caviar |
Sosis terfermentasi
(bologna,
pepperoni, salami, summer susage) b Ikan yang dikeringkan (salted herring) Sosis kering Binatang buruan liarb |
Ekstrak daging
Daging yang disiapkan dengan penulak Herring, diacar, rusak (spoiled) Pasta udang |
|
|
|
|
|
c.
Minuman
beralkohol
|
||
|
Beer (import,
beberapa tak beralkohol) |
Anggur merah (terutama
Chianti) |
Sherryb
Minuman hasil distilasi Minuman |
|
|
|
|
|
d.
Buah-buahan/Sayuran
|
||
|
Pisang
Bean curd Buah yang dikeringkan (e.g. raisin, prune) |
Buah (e.g. alpukat,
terutama
yang terlalu matang) Fig, kalengan (terlalu matang) Sup miso Raspberry |
Acar kubis
(sauerkraut) b
Kecap Ekstrak ragib |
|
|
|
|
|
e.
Makanan
yang Mengandung Vasopresor Lain
|
||
|
Kacang besar (e.g.
kacang fava) – dopab |
Kafein (e.g. kopi,
teh, kola)
|
Coklat – fenetilamin
Ginseng |
Keterangan :
a.
Kandungan tiramin tidak dapat diprediksi dan dapat bervariasi.
Jumlah tiramin diurutkan dari rendah ke tinggi.
b.
Kandungan tiramin tinggi sampai tinggi sekali.
BAB III
KESIMPULAN
Depresi
dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti gangguan depresi persisten,
depresi perinatal, gangguan bipolar, depresi mayor, gangguan afektif musiman, depresi
psikotik. Penjelasan lebih lanjut bisa Anda lihat di laman gejala depresi.
Antidepresan merupakan obat-obat yang
efektif pada pengobatan depresi, meringankan gejala gangguan depresi, termasuk
penyakit psikis yang dibawa sejak lahir.
Antidepressan dipercaya bekerja dengan memperlambat
pembuangan suatu zat-zat kimia di dalam otak. Zat kimia ini disebut
neurotransmiter. Neurotransmiter dibutuhkan untuk fungsi normal otak.
Antidepresan membantu orang depresi dengan memperbanyak zat kimia alami yang tersedia
di dalam otak. Penggunaan antidepresan tipe penghambat MAO bersamaan dengan
Dextral dapat mengakibatkan krisis Hipertensi.
DAFTAR PUSTAKA
Depkes, 2007, Pharmaceutical Care Untuk Penderita Gangguan Depresif, (online), http://www.binfar.depkes.go.id. (Diakses 22
Maret 2017).
Ismail,
R. I. & Siste, K., 2010, Gangguan Depresi, Dalam Elvira,Silvia D., Hadisukanto,
Gitayanti, Buku
Ajar Psikiatri, Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia, Jakarta.
Prayitno,
2008, Farmakologi Dasar, Lilian Batubara (eds), 129 – 130 Penerbit Lenskopi ,
Jakarta.
BPOM RI. 2015.Antidepresan Trisiklik dan Sejenisnya,(online). http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-4-sistem-saraf-pusat/43-depresi/431-antidepresan-trisiklik-dan-sejenisnya
(Diakses pada 22 Maret 2017)