Header Ads Widget

Tinjauan Pustaka Carsinoma mammae



A.  Definisi
Carsinoma mammae merupakan gangguan dalam pertumbuhan sel normal mammae dimana sel abnormal timbul dari sel-sel normal, berkembangbiak dan menginfiltrasi jaringan limfe dan pembuluh darah. ( Amin Huda Nurrarif, 2016 ). Ca mammae merupakan keganasan yang berasal dari sel kelenjar, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara, tidak termasuk payudara. Ca mammae adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara. ( Sofian, 2012 ).

Kanker payudara adalah pertumbuhan sel yang tidak terkendali pada kelenjar penghasil susu (Lobular), saluran kelenjar dari lobular ke puting payudara (Duktus) dan jaringan penunjang payudara yang mengelilingi lobura, duktus, pembuluh darah, pembuluh imfe, tetapi tidak termasuk kulit payudara ( American Cancer Society, 2014 ).
Jadi dapat di tarik kesimpulan bahwa kanker payudara adalah keabnormalan pertumbuhan sel di dalam payudara yang meliputi kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara tetapi tidak termasuk kulit payudara.

B. Etiologi
Penyebab kanker payudara belum dapat di temukan, tetapi terdapat beberapa faktor resiko yang telah di tetapkan, ke duanya adalah lingkungan dan genetik. Hormone steroid yang di hasilkan oleh ovarium juga berperan dalam pembentukan kanker payudara ( Estradisol dan Progesteron mengalami perubahan dalam lingkungan seluler ) ( Saefudin, 2009 ).
Faktor resiko terjadi kanker payudara :
  1. Riwayat pribadi tentang kanker payudara
  2. Anak perempuan atau saudara perempuan ( Hubungan keluarga langsung ) dari wanita dengan kanker payudara.
  3. Menarkhe dini
  4. Usia, jarang di jumpai pada usia di bawah 20 tahun. Angka kejadian meningkat sejalan bertambahnya usia
  5. Nulipara dan usia maternal lanjut saat kelahiran anak pertama
  6. Menopause pada usia lanjut
  7. Riwayat penyakit payudara jinak
  8. Pemajaan terhadap radiasi inonisasi setelah masa pubertas dan sebelum usia 30 tahun bererisko 2x lipat.
  9. Obesitas
  10. Kontrasepsi oral
  11. Terapi pergantian hormon
  12. Konsumsi alkohol
C. Jenis Kanker payudara
  1. Karsinoma insitu artinya kanker yang masih bearada pada tempatnya, merupakan kanker dini yang belum menyebar atau menyusup keluar dari tempat asalnya
  2. Karsinoma duktal berasal dari sel-sel yang melapisi saluran yang menuju saluran putting susu, sekitar 90 % kanker payudara merupakan karsinoma duktal.
  3. Karsinoma lobuler mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, biasanya terjadi setelah menopause.
  4. Karsinoma invasive adalah kanker yang telah menyebar dan merusak jaringan lainnya, biasanya terinkalisir ( terbatas pada payudara ) maupun melastatik ( menyebar ke bagian tubuh lainnya ).
  5. Karsinoma meduler, kanker ini berasal dari kelenjar susu.
D. Klasifikasi
  1. Klasifikasi Patologik
  • Paget’s disease
Paget’s disease merupakan bentuk kanker yang dalam taraf permulaan manifestasinya sebagai eksema menahun putting susu, yang biasanya merah dan menebal. Suatu tumor sub areoler bisa teraba. Sedang pada umumnya kanker payudara yang berinfiltrasi ke kulit mempunyai prognosis yang buruk namun pada paget’s disease prognosisnya lebih baik.  Paget’s disease merupakan suatu kanker intraduktal yang tumbuh dibagian terminal dari duktus laktiferus. Secara patologik cirri-cirinya adalah: sel-sel paget(seperti pasir), hipertrofi sel epidermoid, infiltrasi sel-sel bundar di bawah epidermis.
  • Kanker duktus laktiferu
Comedo carcinoma terdiri dari sel-sel kanker non papillary dan intraductal, sering dengan nekrosis sentral sehingga pada permukaan potongan terlihat seperti terisi kelenjar, jarang sekali comedo carcinoma hanya pada saluran saja biasanya akan mengadakan infiltrasi kesekitarnya menjadi infiltrating comedo carcinoma.
Adeno carcinoma dengan infiltrasi dan fibrosis, ini adalah kanker yang lazim ditemukan 75 % kanker payudara adalah tipe ini. Karena banyak terdiri dari fibrosis umumnya agak besar dan keras. Kanker ini disebut juga dengan tipe scirrbus yaitu tumor yang mengadakan infiltrasi ke kulit dan kedasar.
  • Medullary carcinoma
Tumor ini biasanya sangat dalam di dalam kelenjar mammae, biasanya tidak seberapa keras, dan kadang-kadang disertai kista dan mempunyai kapsul. Tumor ini kurang infiltratif disbanding dengan tipe scirrbus dan mestatasis ke ketiak sangat lama. Prognosis tumor ini lebih baik dari tipe-tipe tumor yang lain.
  • Kanker dari Lobulus
Kanker lobulus sering timbul sebagai carcinoma in situ dengan lobulus yang membesar. Secara mikroskopik, kelihatan lobulus atau kumpulan lobulus yang berisi kelompok sel-sel asinus dengan bebrapa mitosis. Kalau mengadakan infiltrasi hamper tidak dapat dibedakan dengan tipe scirrbus.

     2. Klasifikasi klinik

  • Steinthal I : kanker payudara besarnya sampai 2 cm dan tidak memiliki anak sebar.
  • Steinthal II : kanker payudara 2 cm atau lebih dengan anak sebar dikelenjar ketiak.
  • Steinthal III : kanker payudara 2 cm atau lebih dengan anak sebar di kelenjar ketiak, infra dan supraklavikular, atau infiltrasi ke fasia pektoralis atau ke kulit atau kanker payudara yang apert (memecah ke kulit).
  • Steinthal IV : kanker payudara dengan metatasis jauh misal ke tengkorak, tulang punggung, paru-paru, ahti dan panggul.
     3. Klasifikasi TNM kanker payudara

T artinya tumor, N artinya nodule atau kelenjar yang membesar regional, M artinya metastase.
Tx : Tumor primer tidak dapat ditentukan
To : Tidak terbukti adanya tumor primer
Tis - kanker in situ
-    kanker intaduktal atau labular in situ
-    penyakit paget’s pada papilla tanpa teraba tumor
T1 : Tumor < 2 cm
T1a : Tumor < 0.5 cm
T1b : Tumor 0.5-1 cm
T1c : Tumor 1-2 cm
T2 : Tumor 2-5 cm
T3 : Tumor > 5 cm
T4 : berapapun ukuran tumor, dengan infiltrasi langsung ke dinding dada atau kulit. Dinding dada termasuk costa, intercostal muskulus dan tidak termasuk otot pektoralis.
T4a : Melekat pada dinding dada
T4b :dengan oedema, infiltrasi atau ulserasi kulit (kulit yang berbiji-biji)
T4c : T4a dan T4b
T4d : carcinoma inflamatoir (mastistis carcinoma tosis)
Nx : pembesaran kelenjar regional tidak dapat ditentukan
No : tidak teraba kelenjar aksila
N1 : teraba pembesaran kelenjar aksila homolateral yang tidak melekat
Mx : Metastasis jauh dan tidak dapat ditentukan
Mo : Tidak ada metastasis jauh
M1 : ada metastasis jauh termasuk ke kelenjar supraklavikula

E.  Manifestasi klinis
Tanda dan gejala kanker payudara sebagai berikut
  1. Tanda carcinoma Kanker payudara kini mempunyai ciri fisik yang khas, mirip pada tumor jinak, massa lunak, batas tegas, mobile, bentuk bulat dan elips
  2. Gejala carcinoma Kadang tak nyeri, kadang nyeri, adanya keluaran dari puting susu, puting eritema, mengeras, asimetik, inversi, gejala lain nyeri tulang, berat badan turun dapat sebagai petunjuk adanya metastase. Benjolan di payudara atau ketiak, perubahan bentuk dan ukuran  payudara yang luar biasa, kerutan atau lekuk yang luar biasa pada payudara, puting payudara tertarik ke dalam., perdarahan atau keluar cairan abnormal dari puting payudara. (Sarwono, 2012)
F. Pemeriksaan Penunjang
  1. laboratorium meliputi :
  •  Morfologi sel darah
  • Laju endapan darah
  • Tes faal hati
  • Tes tumor marker ( Carsino Embrionik Antigen / CEA ) dalam serum atau plasma
  • Pemeriksaan sitologik pemeriksaan ini memegang peran penting pada penilaian cairan yang keluar spontan dari putting payudara, caiaran kista atau cairan yang keluar dari ekskoriasi.
      2. Mammagrafi
Mengunakan sinar untuk mendeteksi secara dini, memperlihatkan struktur internal mammae, untuk mendeteksi kanker yang tidak teraba atau tumor yang terjadi pada tahap awal. Pada masa pubertas kurang bermanfaat keran gambaran kanker di antara jaringan kelenjar kurang tampak.
     3. Ultrasonografi
Di gunakan untuk mendeteksi luka-luka pada daerah padat pada mammae, ultrasonografai berguna untuk membedakan tumor sulit dengan kista.
     4. Thermography
Mengukur dan mencacat emisi panas yang berasal dari mammae atau mengidentifikasi pertumbuhan cepat tumor sebagai titik panas karena peningkatan suplay darah dan penyesuaian suhu kulit yang lebih tinggi.
      5. Xerodigraphy
Memberikan dan memasukan kontras yang lebih tajam antara pembuluh darah dan jaringan yang padat. Menyatakan peningkatan sirkulasi sekitar sisi tumor.
      6. Biopsi
Untuk menentukan secara meyakinkan apakah tumor jinak atau ganas dengan cara pengambilan masa. Memberikan diagnose definitive terhadap masa dan berguna kalasifikasi histology, pentahapan dan seleksi terapi.
      7. St scan
Di pergunakan untuk diagnose mestastase carcinoma payudara pada organ lain.
      8. Pemeriksaan hematologi
Dengan cara isolasi dan menentukan sel-sel tumor pada peredaran darah dengan sendimental dan sentrifugis darah