Header Ads Widget

Farmakokinetik Aminophyllin


Farmakokinetik
Obat golongan xantin seperti aminophyllin cepat diabsorpsi setelah pemberian oral, rektal ataupun parenteral. Kelarutan aminophyllin lebih besar daripada theofilin, tetapi ternyata derajat absorpsinya tidak jauh berbeda . setelah pemberian peroral obat ini diabsorpsi dengan cepat. Setelah pemberian peroral, obat ini diabsorpsi dengan cepat, sehingga kadang- kadang terjadi lonjakan kadar dalam darah yang menimbulkan gejala efek samping. Pemberian teofilin/aminophyllin bersama dengan ketokolamin dan simpatomimetik golongan amina harus berhati-hati karen adapat memperkuat terjadinya takhiaritmia. Teofilin mengalami metabolisme terutama dihepar dan ±8% fraksi obat diekskreksikan melalui urin dalam bentuk tetap. Aminophyllin dapat mencapai kadar puncak plasma dalam waktu 2 jam, tetapi saat ini ada teofilin lepas lambat yang bisa bertahan dengan interval 8, 12 atau 24 jam. Adanya makanan dalam lambung akan memperlambat kecepatan absorpsi aminophyllin atau golongan xantin lainnya. Pemberian IM  dapat menyebabkan nyeri lokal yang sangat lama. Metilxantin dapat menembus plassenta dan masuk keair susu ibu. Dalam keadaan normal ikatan golongan xantin dengan protein sebessar 60% tetapi pada keadaan sirosi hepar ikatan protein menurun menjadi 40% eliminasi xantin terutama melalui metabolisme hepar. Sebagian besar dieliminasi bersama urin dalam bentuk asam metil urat atau metilxantin, kurang dari 20% aminophyllinditemukan dalam bentuk utuh dalam urin.

Indikasi
Menghilangkan dan mengatassi gejala-gejala asma dan bronkhoplasme yang bersifat reversibel  yang berhubungan dengan bronkhitis kronis dan enfisema

Kontraindikasi
1.      Tidak dianjurkan untuk anak usia dibawah 12 tahun
2.      Hipersensitifitas terhadap aminofilina dan  komponen obat
3.      Penderita tukak lambung

Efek samping
1.      Gastrointestinal, misal: mual, muntah, diare
2.      Susunan saraf pusat, misal: sakit kepala, insomnia
3.      Kardiovaskuler, misal: palpitasi, takikardi, aritmia ventrikuler
4.      Pernapasan, misal: tachypnea
5.      Rash, misal: hiperglikemia